-->
Get new posts by email:
Informasi jadwal, lokasi, dan numpang ujian bagi mahasiswa UT yang akan mengikuti Ujian Akhir Semester UAS pada semester 2023/2024 Ganjil di wilayah UT Denpasar. Jangan lupa untuk cetak KTPU melalui https://myut.ut.ac.id Jika mahasiswa ingin mengajukan numpang ujian, silahkan mengajukan melalui form online https://sl.ut.ac.id/numpang-ujian77

Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik

 on Monday, January 22, 2024  


Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik

Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik


Pertanyaan Diskusi.3 Pemasaran Strategik EKMA4475

1. Jelaskan strategi pemasaran perusahaan yang berada pada tahap kedewasaan menurun (decaying maturity) dan tahap penurunan?.

2. Bagaimana cara perusahaan mendisrupsi bisnisnya agar mampu bertahan ditengah hantaman badai Covid 19 yang masih belum berakhir sampai dapat ditemukan vaksinnya?.

Jawaban

1. Jelaskan strategi pemasaran perusahaan yang berada pada tahap kedewasaan menurun (decaying maturity) dan tahap penurunan?.

Pada suatu titik, tingkat penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Ini juga berlaku untuk produk. Pada saatnya nanti, setiap produk akan mengalami penurunan. Namun, waktunya berbeda-beda. Ada yang singkat ada pula yang lama sekali, bahkan seolah-olah tanpa batas waktu. Pola penurunan bermacam-macam. Ada yang menukik tajam atau mati tiba-tiba. Ini terjadi pada produk yang hidupnya dihentikan oleh faktor yang memaksa.

Pada tahap dewasa pesaing sudah banyak. Pesaing yang masuk ke dalam industri kira-kira sama dengan pesaing yang tergusur. Akibatnya, keuntungan yang dinikmati setiap perusahaan menurun. Malah, sebuah perusahaan hanya dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan merebut pasar dari pesaing. Pesaing ada dua jenis. Ada pesaing besar yang mendominasi pasar. Pemimpin pasar ini biasanya mengisi segmen yang berukuran paling besar. Di sekeliling pemain besar terdapat pesaing-pesaing kecil yang umumnya mengisi segmen berukuran kecil.

Menurut Kotler (2009) ada tiga fase kedewasaan, yaitu:

a. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity). Pada masa ini walaupun pasar sudah jenuh, akan tetapi masih ada pertumbuhan penjualan, tetapi sedikit sekali.

b. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity). Pada bagian ini, sebagian besar pasar potensial sudah dimasuki. Pertumbuhan penjualan industri hanya diperoleh sebagai akibat dari pertumbuhan populasi.

c. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity). Pada fase ini Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih ke produk lain. Dalam tahap ini, jika sebuah produk mulai mengalami penurunan, maka perusahaan harus mulai memikirkan cara-cara untuk kembali menaikkan minat konsumen terhadap produk tersebut.Terdapat tiga cara bermanfaat yang dapat mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek (brand), yaitu:

1). Modifikasi pasar (market modification), dengan konsep menarik perhatian orang yang bukan pemakai, memasuki segmen pasar baru, dan merebut pelanggan pesaing.

2). Modifikasi produk (product modification), meningkatkan volume penjualan dengan cara memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan mutu produk, peningkatan ciri-ciri, atau fitur-fitur produk, dan peningkatan model produk.

3). Modifikasi bauran pasar (marketing program modification), dengan diskon harga, distribusi, iklan, sales, personil penjualan (personal selling), dan pelayanan (services)

Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Menurut Arman dkk (2006) berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:

1). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.
2). Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.
3). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.
4). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.
5). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

Keempat tahapan pertumbuhan produk dan strategi pemasaran di atas, tentunya akan berjalan dengan baik jika didukung oleh perencanaan keuangan yang matang dan terencana. Sebuah analisa, pelaporan, dan penghitungan keuangan harus didapat secara cermat dan cepat agar tidak terlambat melakukan analisis untuk kebutuhan pendukung strategi pemasaran yang dibutuhkan. Pertumbuhan produk dan strategi pemasaran harus disesuaikan satu sama lain. Hal ini juga menuntut perusahaan untuk selalu melihat keadaan pasar dan peluang yang bisa diambil dari pasar. Dengan mahir mengambil peluang pasar, strategi pemasaran produk akan lebih sukses dijalankan.

2. Bagaimana cara perusahaan mendisrupsi bisnisnya agar mampu bertahan ditengah hantaman badai Covid 19 yang masih belum berakhir sampai dapat ditemukan vaksinnya ?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisnis tetap bertahan dan tidak terpuruk selama pandemi Corona :

1. Geser fokus (Perusahaan wajib membuat produk yang relevan)
Pebisnis makanan dan minuman yang kehilangan pembeli akibat pembatasan sosial bisa mencari cara lain agar roda perekonomian tetap berputar. Hutami Nadya, Data Analyst startup penyedia layanan kasir digital Moka, mengatakan gerai makanan bisa menyiasatinya dengan tak cuma menjual makanan siap santap, tapi bahan yang siap dimasak. "Sekarang orang jadi hobi masak, mungkin untuk pesan makanan jadi kurang memuaskan. Banyak merchant F&B yang jualan paket yang tinggal dimasak sendiri, atau bahan bakunya," kata Hutami. Strategi ini juga bisa diterapkan untuk bisnis fashion. Coba buat produk yang sedang betul-betul dicari konsumen dengan bahan yang dimiliki. Sebagai contoh, pebisnis pakaian atau kerudung bisa beralih membuat masker-masker kain yang kini wajib dipakai demi mencegah penyebaran virus. Bisnis jasa kecantikan seperti salon pun bisa menyiasati strategi ini dengan mengubah fokus dari jasa menjadi ritel produk kecantikan. Hutami menyarankan, produk yang biasa dipakai untuk pelanggan bisa dikemas dan dijual lewat platform digital. "Atau buat try it at home kit, jadi konsumen bisa memakai produk tersebut sendiri di rumahnya," kata dia.

2. Promosi. Untuk bisnis makanan dan minuman, promosi bisa dibuat dengan memberi harga diskon atau paket menu tertentu. 
Menurut Hutami, promosi yang tepat di tengah kondisi pandemik sebaiknya lebih gencar untuk layanan pesan antar. "Promosi seperti free ongkir (ongkos kirim) bisa lebih bermanfaat," ujar dia. Ini tak lepas dari peningkatan jumlah makanan yang diantar selama periode bekerja dari rumah berdasarkan data Moka. "Delivery order naik 30 persen hingga pekan kedua April." Promosi pada bisnis fashion bisa diterapkan untuk barang-barang terlaris. Sebab, konsumen saat ini cenderung untuk membeli barang-barang yang paling penting. Prioritas untuk membeli pakaian dapat bergeser karena orang kini menghabiskan waktu di rumah. "Bisa juga kasih kupon atau gift card, bisa untuk belanja nanti-nanti pas butuh," Skema ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mendapatkan aliran kas positif untuk membiayai sewa tempat, gaji karyawan, cicilan modal usaha, asuransi, stok bahan baku, dana perbaikan dan pengeluaran lainnya.

3. Maksimalkan layanan online. 
Penjualan daring jadi andalan ketika masyarakat berdiam diri di rumah dan membeli segala kebutuhan melalui internet. Maksimalkan semua layanan daring dan jangan lupa buat aplikasi atau platform yang mudah diakses oleh konsumen. Sebagai alternatif, bergabunglah ke berbagai e-commerce untuk memperluas lapak dagangan di dunia maya.

4. Empati. 
Farid Fatahillah, Associate Consultant Iventure, menyatakan bahwa krisis wabah COVID-19 adalah ajang bagi brand untuk berempati, peduli dan memberikan solusi. "Ini adalah keharusan dan kenormalan baru," jelasnya. Misalnya, perusahaan kosmetik yang mengalihkan pabriknya untuk membuat hand sanitizer. Brand juga bisa memberikan tanggung jawab agar konsumen tidak was-was. Pemilik restoran atau kafe bisa menyematkan bukti cek suhu tubuh koki atau barista di pesanan pembeli sebagai jaminan kesehatan. Berikan manfaat dan solusi untuk konsumen, seperti memberi kelas online gratis atau akses streaming gratis selama beberapa waktu agar masyarakat tidak bosan. Terakhir, brand akan mendapat sentimen positif bila tak cuma berjualan, tetapi juga berdonasi di tengah situasi sulit.


Sumber :
Simamora, Bilson. (2019). EKMA4475. Pemasaran Strategik. Jakarta: Universitas Terbuka
https://tirto.id/4-cara-agar-bisnis-tetap-bertahan-selama-pandemi-corona-covid-19-eNCX
Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik 4.5 5 Bank soal UT Monday, January 22, 2024 Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik Diskusi 3 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4475 – Pemasaran Strategik Pertanyaan Diskusi.3 Pemasaran Strategik EKMA4475 1. Jelaskan strategi...



No comments:

Post a Comment