-->
Get new posts by email:
Informasi jadwal, lokasi, dan numpang ujian bagi mahasiswa UT yang akan mengikuti Ujian Akhir Semester UAS pada semester 2023/2024 Ganjil di wilayah UT Denpasar. Jangan lupa untuk cetak KTPU melalui https://myut.ut.ac.id Jika mahasiswa ingin mengajukan numpang ujian, silahkan mengajukan melalui form online https://sl.ut.ac.id/numpang-ujian77

Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa

 on Tuesday, January 16, 2024  



Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa

Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa



Pertanyaan Diskusi 8 EKMA4568 

Diskusikan mengenai 4 perspektif dalam Balance Score Card dan implikasinya terhadap perusahaan? Jangan lupa mencantumkan referensi jika anda mengutipnya.

Jawaban :

Balance Score Card merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran, dan pengendalian yang secara cepat, tepat, dan komprehensif dalam memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis perusahaan. Dengan metode pengukuran kinerja BSC diharapkan akan mampu menjembatani antara strategi bisnis perusahaan dengan indikator kinerja yang ada, mengklarifikasi dan menghasilkan konsensus mengenai strategi, mengkomunikasikan strategi ke perusahaan, menyelaraskan berbagai tujuan masing-masing departemen dengan strategi perusahaan, mengaitkan berbagai tujuan strategi dengan sasaran jangka panjang dengan anggaran tahunan, dan mendapatkan feedback yang dibutuhkan untuk mempelajari dan memperbaiki strategi

Terdapat empat perspektif yang digunakan dalam balanced scorecard, yaitu keuangan (financial), pelanggan (customer), proses bisnis internal (internal business process), dan pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth).

Empat Perspektif dalam Balanced Scorecard

1). Perspektif keuangan
Perspektif keuangan dalam BSC untuk sektor swasta menggambarkan mengenai keberhasilan di aspek keuangan apa yang harus diperlihatkan kepada para pemegang saham. Ukuran ini memberikan petunjuk apakah strategi perusahaan dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan profit perusahaan. Tujuan keuangan biasanya berhubungan dengan profitabilitas yang diukur dengan laba operasi, Return on Capital Employed (ROCE), nilai tambah ekonomis (Economic Value Added), pertumbuhan penjualan, dan terciptanya arus kas. Penentuan ukuran keuangan dipengaruhi oleh posisi siklus hidup bisnis perusahaan, Kaplan dan Norton menjelaskan tiga tahap dalam siklus hidup bisnis pertumbuhan, pertahanan, dan menuai adalah sebagai berikut:

1. Pertumbuhan, merupakan tahap awal dari siklus hidup bisnis.
2. Pertahanan, perusahaan yang berada dalam tahap bertahan akan berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimilikinya dan segala aktivitas perusahaan akan ditujukan untuk menyempurnakan kekurangan yang ada.
3. Menuai, pada tahap ini perusahaan telah mencapai titik jenuh atas produk/jasa yang dihasilkannya.

Implikasinya terhadap perusahaan adalah adanya peningkatan produktivitas seiring penurunan seluruh biaya, peningkatan pendapatan selama bisnis berjalan, dan mengoptimalkan strategi investasi diikuti aset yang turun optimal.

2. Perspektif pelanggan
Perspektif pelanggan dalam BSC menggambarkan apa yang harus kita perlihatkan kepada pelanggan dalam rangka mewujudkan visi kita. Dalam perspektif ini, diidentifikasi pelanggan dan segmen pasar yang akan dimasuki perusahaan dan ukuran kinerja di dalam segmen tersebut. Ukuran yang digunakan dalam perspektif ini terdiri dari ukuran generik dan ukuran spesifik. Ukuran generik digunakan dari kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, akuisisi pelanggan, profitabilitas pelanggan, dan pangsa pasar di segmen sasaran. Ukuran spesifik digunakan tergantung kepada proposisi nilai yang akan diberikan kepada pelanggan.

Implikasinya terhadap perusahaan adalah
mengenai Loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan berkaitan erat dengan sistem pelayanan perusahaan terhadap pelanggan. Jika pelanggan merasa pelayanan yang diberikan maksimal dan baik, mereka biasanya akan bertahan. Bila terjadi sebaliknya, pelanggan akan lebih memilih perusahaan lain yang dinilai bagus dari segala aspek. Dalam perspektif pelanggan, tolak ukur utama adalah peningkatan jumlah pelanggan serta omset yang didapatkan.

3. Perspektif proses bisnis internal
Dalam BSC menggambarkan mengenai proses bisnis apa yang harus kita kuasai dengan baik untuk menyenangkan para pemegang saham dan pelanggan kita. Dalam perspektif ini diidentifikasi berbagai proses internal penting yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan. Proses bisnis yang diidentifikasi tersebut harus memungkinkan perusahaan untuk memberikan proposisi nilai kepada pelanggan dan memenuhi harapan keuntungan keuangan kepada pemenang saham. Perspektif proses bisnis internal mengungkapkan perbedaan ukuran kinerja yang mendasar antara pendekatan tradisional dab pendekatan BSC.

Implikasinya terhadap perusahaan adalah
Pemimpin perusahaan harus terjun langsung mengawasi kondisi internal. Sinergisitas dan kinerja setiap unit kerja menjadi tolak ukur utama. Membaiknya lini internal akan berpengaruh pada upaya peningkatan angka penjualan dan jumlah pelanggan dalam satu periode. Secara tidak langsung, dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menyasar pasar.

4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
Dalam BSC menggambarkan mengenai bagaimana memelihara kemampuan perusahaan untuk berubah serta meningkatkan diri untuk mewujudkan visi dan misi. Dalam perspektif ini diidentifikasi infrastruktur yang harus dibangun perusahaan dalam rangka menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Terdapat tiga kategori utama untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yaitu kapabilitas pegawai, kapabilitas sistem informasi, serta motivasi, pemberdayaan dan keselarasan. Pada kapabilitas pegawai, ada tiga ukuran utama yang berlaku umum, yaitu kepuasan pegawai, retensi pegawai, dan produktivitas pegawai. Ketiga ukuran tersebut menggambarkan sebuah hubungan sebab akibat. Untuk kepuasan pegawai mempengaruhi retensi pegawai dan produktivitas pegawai yang dipengaruhi oleh kompetensi staf, infrastruktur teknologi dan iklim untuk bertindak. Produktivitas pegawai menunjukkan suatu ukuran hasil, damoak keseluruhan dari usaha peningkatan moral dan keahlian pegawai, inovasi, proses internal dan kepuasan pelanggan. Tujuan pengukuran produktivitas pegawai adalah membandingkan keluaran yang dihasilkan oleh para pegawai dengan jumlah pegawai yang diserahkan untuk menghasilkan keluaran tersebut.

Implikasinya terhadap perusahaan adalah
Perbaikan karyawan berdampak besar pada kesuksesan sebuah perusahaan. Untuk itu, Pemimpin perlu memberikan motivasi dan tanggung jawab yang sesuai dengan kapabilitas karyawan.

Sekian dan terima kasih

Sumber :
Ginting, Ginta. (2018). EKMA4568. Pemasaran jasa. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka
https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-balanced-scorecard/. Diakses tanggal 17 November 2020
Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa 4.5 5 Bank soal UT Tuesday, January 16, 2024 Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa Diskusi 8 Tuton UT Universitas Terbuka EKMA4568 – Pemasaran Jasa Pertanyaan Diskusi 8 EKMA4568  Diskusikan mengenai 4 perspektif dalam Balan...



No comments:

Post a Comment